Saturday, April 9, 2016

4 Hal Yang Membuat Cost Control Gagal






Job Description Cost Controller yang Gagal

Ada 4 hal yang harus di lakukan secara rutin dan harus di hindari supaya tidak membuat tugas dan tanggung jawab Anda sebagai Cost Controller terhambat, apa saja  ke empat hal tersebut...? mari akan saya jelaskan selengkapnya  :
  1. Menunda Nunda Checking & Control  Daily Receiving Report : ada kalanya pada saat data postingan masih sedikit kita akan membiarkan file file seperti  Daily Receiving Report yang di buat oleh Receiving yang seharusnya di check tetapi di biarkan sampai menumpuk sehingga pada akhirnya pada saat terjadi kesalahan harga, quantity yang tidak sesuai dengan Purchase order  ( PO ) tidak bisa di koreksi dengan cepat karena  barang sudah di terima dan sudah terpakai, jadi tidak bisa lagi untuk di retur atau di kembalikan ke supplier, untuk itu jangan sekali - kali membiarkan pekerjaan Anda menumpuk agar tidak ada masalah di kemudian hari.
  2. Tidak Melakukan Check Random / Inventory Berkala : sebagai seorang Cost Controller Anda harus melakukan yang namanya Check Random / Inventory secara berkala baik untuk General store maupun Outlet store, kegiatan ini bisa di lakukan 1 minggu sekali atau 10 hari sekali, atau sesuai dengan kebutuhan Anda,  proses ini perlu di jalankan untuk mengetahui keadaan stock barang yang ada di general store dan outlet store, agar apabila terjadi selisih barang antara fisik dengan stock card atau fisik barang dengan Sistem Inventory akan mudah di ketahui dan di koreksi secepatnya.
  3. Tidak Pernah Melakukan Market Survey : tujuan dari Market Survey  adalah untuk mengetahui harga barang - barang yang sesungguhnya yang ada di pasaran seperti harga sayuran dan buah - buahan,  untuk itu Anda sebagai Cost control jangan  terlalu berpatokan kepada harga Price list yang di buat oleh supplier atau tidak mengetahui harga sesungguhnya di pasaran, dengan adanya market survey maka harga dari supplier yang tidak sesuai atau melebihi jauh dari harga yang ada di pasar bisa cepatAnda  koreksi price list nya dan minta kepada supplier tersebut supaya mengikuti harga pasar, ( jangan terlalu tinggi mengambil untung )   
  4. Tidak Pernah Membandingkan   Harga Dasar  Produk ( at Cost ) dengan Harga Jual Produk ( Selling Price ) : sebagai cost control di haruskan untuk mengecek harga jual produk yang sudah jadi dan bandingkan dengan harga dasar produk tersebut, kadang yang sering terjadi harga jual produk tidak sebanding dengan harga dasar barang tersebut. 
Misalnya : harga barang Beef Oktail  = Rp. 125,000 / kg  sedangkan harga jual Oxtail soup per porsi = Rp. 80.000 / porsi,  dengan budegt cost 30 %, maka harga ini tidak standar  sehingga membuat cost tinggi.

Cara menghitung Cost Recipe :

= 1 porsi sop buntut adalah 330 gr, jadi untuk 1 kg beef oxtail adalah kurang lebih 3 porsi ( 1000 / 330 = 3.03 porsi )
=  1 porsi harga jual =  Rp 80.000, sedangkan harga dasarnya = Rp.125.000 / 3 =  Rp.41.254,
=    41.254  / 80.000 = 51.56 %  budget cost 30 %  ( Over budget cost )

Harga jual standar sesuai dengan  budget cost  30 %  adalah Rp. 137.500 / Porsi

Kesimpulannya adalah semua pekerjaan tadi yang sudah di jelaskan harus selalu rutin di cek dan di jalankan agar tidak terjadi masalah bagi Anda di kemudian hari, intimya jangan menunda - nunda pekerjaan dan menganggap mudah semua pekerjaan tersebut, semakin Anda kritis dan selalu menganalisa semua masalah yang berhubungan dengan  biaya perusahaan, maka akan semakin berkualitas pekerjaan Anda. 

Semoga bermanfaat dan sukses selalu...

No comments:

Post a Comment